You are currently viewing Daftar Perusahaan yang Pernah Bangkrut tapi Bangkit Kembali

Daftar Perusahaan yang Pernah Bangkrut tapi Bangkit Kembali

Ketika membangun suatu bisnis, Tidak semua hal bisa berjalan mulus serta menghasilkan banyak keuntungan. Akan ada masa dimana sebuah bisnis yang sedang dijalankan harus berhadapan dengan berbagai hambatan yang tanpa disadari kondisi bisnis sudah diujung tandung dan hampir mengalami kebangkrutan. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada usaha kecil menengah saja, namun perusahaan besar kelas dunia juga banyak berada di dalam fase tersebut.

Kegagalannya pun bukan saat baru memulainya saja namun juga saat bisnis telah berjalan cukup lama. Akan tetapi, pada akhirnya beberapa perusahaan yang sempat mengalami kebangrutan ini bisa berhasil bangkit dan justru bisnis yang mereka jalankan menjadi semakin berkmbang pesat. Nah, jika Anda penasaran perusahaan apa saja yang pernah bangkrut namun bangkit kembali? Simak selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

1. Apple

Meski sekarang menjadi perusahaan yang besar, tapi Apple juga pernah nyaris bangkrut sebab ada masalah internal. Tepatnya di tahun 1985 dimana Steve Jobs digantikan oleh John Sculley. Kondisi ini menyebabkan Apple mengalami penurun produksi, dan mengalami kerugian yang cukup banyak di tahun 1997.

Perusahaan Apple berada di puncak kritis saat perusahaan Microsoft terlalu dominan di pasar komputer. Akhirnya mereka mengambil alih perusahaan yang dimiliki oleh Jobs, bernama NeXT serta men menjadikan kembali sebagai CEO. Pada akhirnya berbagai strategi disiapkan sehingga perusahaan tersebut berhasil. Selain itu Jobs juga mengajak perusahaan musuh yakni Microsoft dengan menekan kontrak selama lima tahun yang akan menguntungkan mereka.

2. Perusahaan Lego (Mainan Anak)

Sekarang mungkin Anda sudah bisa selalu melihat lego di kotak permainan anak-anak, namun kisahnya pada awal tahun 2000 mainan tersebut sempat mengalami kebangkrutan. Sebagian orang menyalahkan soal penerapan strategi yang buruk dilakukan di tahun 1990an. Namun, pada akhirnya mereka mampu bertahan sebab ada satu produk andalan yakni Bionicle, berupa action figure yang buildable.

3. Polaroid

Polaroid mempunyai penggemar mereka sendiri namun sempat dikalahkan oleh digitalisasi, namun sekarang perusahaan tersebut kembali bangkit dan meraih kesuksesan besar.

Tepatnya di tahun 1970an, Polaroid merupakan kamera instan yang begitu populer dikalangan masyarakat. Saat membuat produk dalam bentuk video ternyata Polaroid dikalahkan oleh Sony yang ternyata lebih mendunia pada saat itu. Sadar dengan kondisinya, Polaroid mencoba fokus di bidang fotografi analog tapi kembali kalah sebab bidang fotografi sudah merambah ke era digital.

Hal ini membuat mereka terlilit hutang hingga mengalami bangkrut sebanyak dua kali. Lagi-lagi tidak sampai disitu saja, setelah harus merasakan kebangkrutan untuk kedua kalinya, merek tersebut dibeli oleh Impossible Project yang akhirnya berhasil bangkit dan meraih kesuksesan hingga sekarang.

4. Sido Muncul

Mungkin Anda melihat Sido Muncul sekarang telah merambah dunia internasional, namun siapa sangka bahwa dulunya perusahaan tersebut telah berada di tepi jurang kebangkrutan. Pada tahun 2004 silam, Presiden Direktur dari perusahaan Sido Muncul menghadapi cobaan berupa fase kebangkrutan yang sudah di depan mata. Sido Muncul sempat mempunyai utang sekitar 160 miliar dan mengalami penambahan, padahal uang yang dipegang hanya ada sekitar 10 miliar saja.

Melihat kondisi ini, Pihak Sido Muncul akhirnya merealisasikan ide cemerlang yakni dengan memilih bintang iklan untuk produk mereka, dan dia adalah Mbah Marijan. Nama beliau sempat sangat populer di zaman tersebut, maka dari itu pihak Sido Muncul telah melaksanakan pilihan yang tepat. Dari sinilah perlahan perusahaan Sido Muncul mulai bangkit dan meraih kesuksesan hingga sekarang.

5. Chrysler

General Motors bukanlah satu-satunya perusahaan mobil yang mengalami kebangkrutan pada masa resesi hebat yang dulunya pernah terjadi di Amerika Serikat. Pabrikan kendaraan Amerika Chrysler telah mengajukan kebangkrutan di tahun 2009 tepatnya bulan April, atau sekitar 1 bulan sebelum GM.

Pihak Departemen Keuangan negara Amerika Serikat telah menginvestasikan dana sekitar 12,5 miliar US dolar ke Chrysler sebagai bantuan agar mereka dapat menavigasikan masalah yang ada. Hal tersebut membuat departemen keuangan AS kehilangan dana sebanyak 1,3 miliar dolar saat menjual sahamnya. Namun saat ini Chrysler sudah kembali bangkit dan meraih kesuksesan dengan produk-produk yang mereka tawarkan.

6. Marvel Entertainment

Lewat berbagai film blockbuster seru seperti Guardians of the Galaxy, The Avengers, Spiderman. Marvel sejatinya pernah mengajukan surat kebangkrutan di tahun 1996 dimana sekitar 280 karyawan mereka terpaksa diberhentikan secara tiba-tiba. Namun hal ini terjadi sebelum perusahaan tersebut merambah ke dunia pembuatan film seperti sekarang ini dan masih fokus ke pembuatan buku komik.

Di tahun 1998, Marvel dan Toybiz bergabung ke Marvel Enterprises agar mengeluarkannya dari ancaman kebangkrutan serta dibeli sahamnya oleh Walt Disney Co tahun 2009 sebesar 4 miliar dolar Amerika Serikat.