You are currently viewing Faktor Apa Saja yang Menyebabkan Inflasi Meningkat?

Faktor Apa Saja yang Menyebabkan Inflasi Meningkat?

Inflasi diartikan sebagai peningkatan harga baik barang maupun jasa yang terjadi secara umum lalu berlangsung terus menerus selama periode waktu tertentu. Lebih dari setahun setelah pandemi dimulai, masyarakat mulai ramai membicarakan keadaan perekonomian, termasuk  kemungkinan  kenaikan harga di Indonesia. Pandemi telah menghentikan pertumbuhan ekonomi pada beberapa negara, membuat mereka rentan terhadap krisis ekonomi. Akibat dari krisis ekonomi yaitu inflasi di banyak sektor, atau inflasi secara umum.

Definisi inflasi 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inflasi adalah penyusutan uang berbentuk kertas yang diiringi dengan meningkatnya harga barang-barang dagangan karena volume dan kecepatan peredaran uang (kertas). Menurut  Badan Pusat Statistik (BPS) adalah bahwa inflasi adalah kondisi perekonomian suatu negara yang cenderung menaikkan harga dan jasa dalam jangka panjang karena ketidakseimbangan aliran uang dan barang.

Berdasarkan buku Ekonomi Moneter Boediono, meningkatnya harga pada beberapa komoditas baik meluas maupun harga sebagian besar komoditas lainnya, yaitu harga makanan, barang olahan, tidak disebut inflasi kecuali jika mengarah ke kenaikan harga. Makanan, Minuman, Tembakau, Tembakau, Harga Pakaian, Harga Kesehatan, Pendidikan, Rekreasi, Harga Olah Raga, Transportasi, Komunikasi, Harga Jasa Keuangan.

Faktor yang menyebabkan inflasi meningkat 

Inflasi dapat disebabkan karena beberapa faktor, antara lain permintaan, kenaikan biaya produksi, dan nilai distribusi. 

1. Permintaan Tinggi 

Kenaikan harga (inflasi) disebabkan oleh ketersediaan komoditas yang tidak memenuhi permintaan yang tinggi. Biasanya, persediaan yang tersedia lebih mahal karena persediaannya sedikit dan permintaannya sangat tinggi. Demikian pula di sektor jasa, harga meningkat ketika alokasi penggunaan jasa dibatasi. 

2. Naiknya biaya produksi (inflasi biaya) 

Ketika sektor produksi, seperti bahan baku dan upah karyawan, meningkat, produsen menaikkan harga untuk memungkinkan keuntungan jangka panjang dan kegiatan produksi.

3. Peredaran Uang  

Pesatnya peredaran uang masyarakat juga dapat menyebabkan  inflasi. Ketika jumlah uang beredar masyarakat meningkat, begitu juga harga. Semakin banyak orang membeli ketika suatu produk kehabisan stok, maka harga produk tersebut akan naik secara otomatis.

Jenis-jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya 

1. Sedikit inflasi 

Keadaan masih dapat dikendalikan dan tidak akan mengganggu perekonomian negara-negara. Inflasi yang relatif rendah kurang dari  10% per tahun. 

2. Inflasi sedang 

Ini adalah keadaan kenaikan harga yang bisa mengurangi kekayaan orang dengan obligasi, tetapi belum mengancam perekonomian negara. Inflasi terjadi pada kisaran 10% sampai 30% per tahun.  Inflasi yang kuat Kondisi ini menyebabkan gejolak ekonomi di dalam negeri. Kondisi ini meningkat dari 30% menjadi 100% setiap tahun. 

3. Inflasi yang tinggi

Suatu kondisi dimana masyarakat tidak ingin menabung karena minat mereka untuk menabung jauh lebih kecil daripada tingkat inflasi. Selain itu, orang memilih untuk mengumpulkan barang daripada membeli dan menjualnya. 

4. Inflasi  yang sangat kuat 

Dalam situasi yang sangat serius ini, dapat dipastikan situasi ekonomi negara akan mengalami gejolak yang sangat serius. Hal ini menyebabkan upaya yang sangat sulit untuk mengontrol kondisi ini. Tingkat inflasi ini berada pada kisaran 100% atau lebih per tahun.

Jenis-jenis inflasi berdasarkan sumbernya 

1. Inflasi domestik (inflasi domestik) 

Inflasi terjadi di negara tersebut. Inflasi ini dapat terjadi disebabkan oleh masyarakat memiliki lebih banyak uang beredar daripada yang diperlukan. Selain itu, ada faktor lain yang dapat memicu terjadinya inflasi domestik. B. Jumlah barang atau jasa akan berkurang, tetapi permintaan akan tetap, menyebabkan harga lebih tinggi.

2. Inflasi luar negeri (inflasi import) 

Jenis ini adalah inflasi  dari luar negeri. Inflasi pada negara-negara yang mempraktikkan perdagangan bebas ketika harga  luar negeri naik.

Dampak inflasi 

1. Dampak terhadap pendapatan masyarakat 

Inflasi dapat memiliki efek positif dan negatif pada pendapatan masyarakat. Ada beberapa celah dalam efek positif yang bisa kita rasakan mulai sekarang. Dalam kondisi tertentu, misalnya inflasi rendah, pengusaha didorong untuk meningkatkan produksi guna menopang pertumbuhan ekonomi. Situasinya berbeda untuk karyawan dengan minat tetap. Sebagian besar dari mereka memiliki pendapatan tetap, tetapi kenaikan harga barang dan jasa akan terpengaruh oleh peristiwa ini. 

2. Berdampak pada minat masyarakat untuk menabung 

Kondisi ini bisa menyebabkan masyarakat kehilangan minat untuk menabung. Ketika inflasi terjadi, dan biaya administrasi tetap dibayarkan, karena tingkat bunga tabungan lebih rendah dari inflasi, masyarakat lebih enggan menabung ke bank. 

3. Dampak terhadap kegiatan ekspor 

Kapasitas ekspor suatu negara, karena tingginya biaya ekspor, dan menurun seiring dengan inflasi. Kemudian, kemampuan ekspor biasanya berkurang, maka akan menyebabkan penurunan  devisa negara. Jika ini memberi normal, dampaknya pada pedagang.  Dampak biaya Inflasi mempengaruhi perhitungan biaya komoditas. Prediksi yang salah pastinya akan berdampak negatif di masa depan. Melakukannya akan menghasilkan keputusan produk dan harga jual yang tidak akurat. Ini membingungkan produsen dan pengusaha  dan menyebabkan gejolak ekonomi.