Hal-hal yang Perlu Dilakukan Bila Terkena Modus Penipuan Pinjol Ilegal

Mulai bermunculannya perusahaan-perusahaan fintech di Indonesia yang menawarkan pinjaman secara online, memang sangat membantu masyarakat karena mereka tidak perlu pergi ke bank atau koperasi untuk mengantri dan sudah tentu akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Tetapi nyatanya kebutuhan akan pinjaman ini juga membuat oknum-oknum tidak bertanggung jawab muncul mencari korban.

Cara yang harus dilakukan bila terlanjur terkena pinjol ilegal

Sebagai masyarakat awam, tentu banyak yang akan dengan mudah terjerat dengan modus penipuan dari perusahaan pinjaman online ilegal ini. Setelahnya yang terjadi adalah akan banyak dari mereka yang terjerat, mulai kebingungan karena cara penagihan pihak pinjaman online yang tidak beretika. Pihak pinjaman online ilegal, biasanya akan terus menerus meneror peminjam apabila telat membayar. Bahkan tidak hanya peminjam saja yang diteror, melainkan seluruh kontak yang ada di smartphone milik si peminjam.

Tentunya teror-teror tersebut sangat meresahkan, karena tidak jarang pihak pinjaman online akan mengeluarkan kata-kata kasar dan juga ancaman yang mampu membuat peminjam merasa ketakutan dan cemas apabila ancaman tersebut benar-benar dilakukan. Lalu apa yang harus dilakukan apabila sudah terlanjur terjerat oleh pinjaman online ilegal tersebut? Simak poin-poin dibawah.

  • Melaporkan pada pihak kepolisian

Segera hubungi pihak berwajib dan buatlah laporan dengan menyertakan bukti-bukti yang ada. Biasanya pihak kepolisian akan meminta bukti berupa rekaman telepon atau bukti berupa percakapan di pesan singkat (chat WhatsApp atau SMS) apabila memang saat menagih pihak pinjaman online melakukan pengancaman. Serahkan semua bukti tersebut kepada mereka.

  • Melaporkan pada pihak OJK

Buatlah pengaduan kepada pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan), anda bisa membuat aduan melalui website resmi milik OJK atau menghubungi nomor 157. Karena sebenarnya perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman, wajib mendaftarkan diri mereka agar dapat diawasi. Jadi, apabila pinjaman online tersebut tidak mendaftar. Pihak OJK dan negara dapat mengenakan sanksi hukum kepada pinjaman online ilegal tersebut.

  • Melaporkan pada pihak AFPI

AFPI atau Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia adalah suatu organisasi yang menaungi semua perusahaan fintech di Indonesia. Perusahaan yang tidak terdaftar di AFPI dapat dianggap sebagai pinjaman dengan modus penipuan. Maka bila anda merasa terkena jerat pinjaman online, anda juga dapat melaporkan perusahaan pinjaman online ilegal tersebut ke AFPI melalu website resmi mereka.

 

Modus Pinjol Illegal 

Agar tidak terjerat kembali pada pinjol ilegal, anda wajib mengenali modus pinjaman online ilegal.

  • Tidak ada anggunan

Banyak pihak pinjaman online ilegal yang menawarkan pinjaman tanpa anggunan atau tanpa jaminan apapun. Biasanya jumlah yang ditawarkannya juga tidak masuk diakal. Jadi, waspadalah pada mereka yang menawarkan pinjaman-pinjaman dengan nominal yang fantastis, namun tidak menggunakan jaminan.

  • Proses cepat

Pernah mendapatkan pesan singkat seperti “BUTUH DANA? KAMI DAPAT MEMBANTU ANDA, DANA DAPAT CAIR DENGAN PROSES CEPAT…. SILAHKAN HUBUNGI 0812XXX” ini juga merupakan modus penipuan yang biasanya mereka gunakan. Jangan pernah tergiur dengan proses yang cepat, karena normalnya KTA saja membutuhkan waktu paling cepat 3 hari apabila memang pengajuan anda disetujui.

  • Bunga rendah

OJK sudah menetapkan bunga pinjaman untuk fintech sebesar 16% sampai dengan 30% pertahunnya, dengan bunga harian sebesar 0,8%. Bila ada pihak pinjaman online yang menawarkan bunga pinjaman yang lebih rendah dari ketentuan OJK, anda wajib mewaspadainya.

  • Biaya diawal

Satu lagi yang biasanya dilakukan oleh pinjaman online ilegal adalah anda harus membayarkan sejumlah uang dengan alasan agar nantinya pengajuan pinjaman dapat dicairkan  langsung ke rekening lebih cepat atau tidak sampai 24 jam. Jadi, anda harus berhati-hati dengan bujuk rayu dari pinjaman online ilegal. 

Ciri-Ciri Pinjol Ilegal 

Ciri-ciri perusahaan pinjaman online ilegal yang wajib diketahui dan diwaspadai oleh masyarakat adalah sebagai berikut :

  1. Tidak mengantongi ijin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  2. Tidak terdaftar di AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).
  3. Melakukan penagihan dengan cara mengancam, kata-kata yang cenderung kasar, juga melanggar hukum. Bahkan membuat grup chat di WhatsApp yang berisi kontak-kontak si peminjam, melakukan teror dan mempermalukan si peminjam.
  4. Tidak tunduk pada peraturan yang ditentukan oleh OJK dan pemerintah.
  5. Tidak memiliki etika saat melakukan penagihan.
  6. Biasanya tidak memiliki perjanjian yang jelas, menawarkan buka rendah namun pada nyatanya bunga perhari bisa lebih dari 1% dan waktu peminjaman juga lebih pendek, yaitu 2 minggu.
  7. Tidak memiliki alamat kantor, alamat email dan nomor telepon resmi. Bahkan saat melakukan penagihan biasanya selalu berganti nomor.

Karena itu diharapkan bagi masyarakat untuk tidak dengan mudah tergiur dengan pinjaman-pinjaman online yang selalu melakukan penawaran melalui SMS SPAM. Lebih baik mengecek terlebih dahulu apakah memang perusahaan pinjaman online tersebut ilegal atau legal dengan cara menghubungi OJK dan meminta bantuan kepada mereka untuk mengecek keabsahan dari perusahaan tersebut.