You are currently viewing Kisah Sukses Erigo, Dari Depok ke New York

Kisah Sukses Erigo, Dari Depok ke New York

Belakangan ini, brand lokal Erigo menjadi perhatian netizen. Karena beberapa waktu lalu, ada foto yang menunjukan ada iklan Erigo di New York. Bahkan September lalu, Erigo mengikuti perhelatan New York Fashion Week untuk Spring Summer 2022. Melihat prestasi ini, tentu Anda penasaran siapa pemilik Erigo? Bagaimana kisahnya hingga akhirnya bisa sampai ke New York? Simak terus ceritanya dalam artikel ini. 

Pendiri Erigo Asli Orang Indonesia 

Pendiri Erigo adalah seorang anak muda dan bernama Muhammad Sadad. Lahir pada tanggal 15 Juni 1990 di Aceh ,Muhammad Sadad sudah tertarik terhadap bisnis semenjak masih di SMA. Setelah ia diterima kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, minatnya pada bisnis pun kian besar. Pada tahun 2010, Muhammad Sadad menjajal membuka bisnis clothing. 

Pada awalnya, nama Erigo adalah Selected and Co dan menggunakan kain batik sebagai konsep utama brand tersebut. Namun, dengan perkembangan zaman akhirnya Selected and Co mengubah brand menjadi Erigo pada tahun 2014. Tidak hanya mengubah brand, Sadad pun juga mengubah konsep menjadi fashion casual traveling yang hingga kini masih menjadi ciri khas dari Erigo. 

Pada mulanya Sadad menjual Erigo secara offline dan sudah menarik perhatian banyak orang karena memiliki desain yang kekinian dan cocok dengan anak muda. Bahkan Sadad pernah ikut event saat umur Erigo masih dua bulan. Saat itu ia rela tidur di musholla di dalam mall untuk menghemat budget. Bahkan ia rela memilih mandi di toilet milik pom bensin. 

Ketika itu, Saddad masih tinggal di sebuah apartemen di Depok dan tidak mempunyai tim seperti sekarang. Tapi, dengan usaha yang keras akhirnya Erigo pun berhasil masuk pasaran mancanegara bahkan tampil di New York Fashion Week. Muhammad Sadad pun menilai bahwa ini hanyalah permulaan saja untuk bisa mengembangkn Erigo lebih jauh lagi.

Strategi Erigo Melebarkan Sayap Hingga New York 

Melihat perjalanan singkat dari Muhammad Sadad untuk memajukan Erigo, tentu banyak yang harus kita pelajari. Terutama dari strategi Erigo yang mampu masuk pasaran internasional. Berikut ini strateginya: 

  • Tidak takut akan kegagalan 

Muhammad Sadad menyadari bahwa dalam berbisnis sudah pasti akan halangan berat, termasuk kegagalan. Terbukti pada masa awal pandemi, di mana ia nyaris bangkrut dan terpaksa mengurangi pegawai. Tapi Saddad tidak menyerah begitu saja, ia pun memanfaatkan momen lebaran. Di mana ia yakin penjualan akan naik drastis. 

Saddad langsung produksi dalam jumlah banyak agar pelanggan tetap bisa membeli tanpa perlu memikirkan stock. Untuk mengatasi masalah dana produksi, Saddad mengambil resiko dengan mengajukan pinjaman dengan bunga rendah. 

Dari sini Anda dapat belajar bahwa Saddad mempunyai tekad kuat hingga berani mengambil resiko. Ia sadar sebagai pemimpin dan pebisnis, tanggung jawab untuk memajukan Erigo sangatlah tinggi. 

  • Memanfaatkan E-commerce 

Saddad sadar dengan keterbatasan masyarakat untuk membeli offline membuat penurunan penjualan yang signifikan. Tapi, hal ini bisa ia atasi dengan memanfaatkan e-commerce untuk menjual produk-produknya. Sebenarnya Saddad sudah menggunakan platform e-commerce semenjak tahun 2017, tapi penjualan meningkat drastis pada tahun 2020. 

Pada tahun tersebut, penjualan Erigo naik hingga 10% dari tahun sebelumnya. Ini memberikan Saddad kesempatan untuk semakin dekat dengan konsumen. Ia akhirnya memaksimalkan promosi melalui event-event yang diadakan oleh platform e-commerce. 

Dari gratis ongkir, kupon belanja dan lain sebagainya. Dari hasil tersebut, Saddad bisa menaikan penjualan hingga akhirnya bisa memasang iklan di Times Square, New York. Pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman Saddad ini adalah terus melakukan inovasi dan memaksimalkan digital agar penjualan bisa berhasil mencapai target. 

  • Ekspansi ke pasar internasional 

Strategi selanjutnya dari Erigo adalah dengan melakukan ekspansi ke luar negeri. Dengan memasang iklan di Times Square, Saddad tidak hanya bertekad masuk pasaran internasional. Tapi, juga sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Stop Asian Hate. Seperti yang sudah Anda tahu, pandemi yang terjadi menimbulkan problem seperti rasis di Amerika. 

Maka daripada itu, Saddad ingin menunjukan kepada seluruh orang Asia bahwa harus tetap semangat dan maju di tengah gempuran pandemi dan tudingan rasis yang terus dilontarkan. Dukungan Erigo terhadap kampanye Stop Asian Hate ini mendapatkan apresiasi, hingga akhirnya Erigo pun bisa tampil di New York Fashion Week. 

Dari kisah Erigo tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa sebagai anak muda tidak boleh menyerah agar bisa maju. Tidak hanya menjalankan bisnis, tapi juga harus saling mendukung agar tercipta keadaan yang positif. Perjalanan Erigo hingga New York menjadikan hadiah paling indah untuk brand fashion tersebut. Di mana tepat di ulang tahun yang ke 10, Erigo mampu mencapai pasar internasional dengan membawa nama Indonesia.