You are currently viewing Syarat bagi Perusahaan Fintech atau Pinjaman Online untuk Terdaftar di OJK

Syarat bagi Perusahaan Fintech atau Pinjaman Online untuk Terdaftar di OJK

andassociates.biz – Di tengah banjirnya kemunculan lembaga pembiayaan berbasis online atau fintech, terpenuhi atau tidaknya kriteria dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perhatian utama setiap individu masyarakat. Para nasabah yang dalam waktu dekat berencana mengajukan kredit atau pinjaman online, diharapkan untuk terus menerus mengikuti update terbaru mengenai status aplikasi pinjaman online di OJK. 

Apakah layanan pembiayaan atau fintech yang bersangkutan memiliki kejelasan status seperti masih terdaftar di OJK atau tidak. Kegiatan ini penting dilakukan supaya setiap individu dapat meminimalkan resiko penggunaan aplikasi fintech untuk modal usaha atau keperluan pribadi dan keluarga.

Hati-Hati dengan Fintech Ilegal yang Tidak Terdaftar di OJK

Dunia keuangan Indonesia dalam setahun terakhir dibanjiri oleh aplikasi pinjaman kredit kilat. Layanan ini ditawarkan oleh perusahaan teknologi yang mampu memberikan dana tunai atau pinjaman uang berbasi online. Tentu saja perusahaan P2P Financial Technology yang menjadi pemotor kegiatan pembiayaan online dengan memanfaatkan teknologi terkini. Selain itu, masyarakat Indonesia juga diharapkan mampu terlepas dari pinjaman rentenir berbunga besar karena tidak mendapat pinjaman dari bank karena rumitnya regulasi yang dijalankan. 

Dalam kurun 2 tahun terakhir, masyarakat hampir tidak pernah mendengar informasi mengenai alternatif pembiayaan modal usaha atau kebutuhan pribadi dari fintech atau pinjaman online. Karena pada saat itu, lembaga perbankan masih mendominasi penyaluran dana kredit di Indonesia.

syarat pendaftaran pinjaman online oleh OJK

Tetapi ini jauh berbeda dengan situasi dan kondisi di Indonesia sekarang, dimana Otoritas Jasa Keuangan mencatat ada lebih dari 40 fintech atau pinjaman online yang bisa mencairkan dana tunai. Tentu saja aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar dan tercatat di lembaga berwenang di Indonesia tersebut bisa dipercaya masyarakat yang membutuhkannya. 

Lalu, apa saja persyaratan sebuah perusahaan fintech atau pinjaman online supaya terdaftar di OJK? Berikut ini kriteria penilaian OJK yang diberlakukan kepada seluruh lembaga pembiayaan berbasis teknologi saat ini. 

Baca Juga : Daftar Fintech atau Pinjaman Online untuk Pelaku Bisnis

Ingin Terdaftar OJK? Berikut Kriteria yang Harus Ada di Pinjaman Uang Online

Memenuhi Syarat OJK sebagai Penyelenggara Pinjaman Online

Setiap perusahaan fintech atau pinjaman online yang ingin terdaftar OJK diharuskan menyiapkan dokumen penting untuk keperluan administrasi. Untuk memudahkan penyelenggara dalam melengkapi dokumen, maka website resmi OJK sudah membuka akses informasinya secara lengkap di POJK 77/2016. 

Melakukan Pendaftaran untuk Mendapatkan Perizinan

OJK secara jelas telah menginformasikan kepada setiap perusahaan penyelenggara pinjaman online untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Baru kemudian perizinan akan diproses OJK apabila memenuhi syarat berikut ini.

  • Memahami seluruh lampiran POJK 77/2016.
  • Mengisi dokumen pendaftaran dan melengkapi seluruh berkas yang diminta sesuai lampiran.
  • Mengirimkan berkas pendaftaran ke OJK wilayah masing-masing.
  • Menunggu proses verifikasi berkas yang akan dilakukan oleh Direktorat Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech.
  • Berkas yang telah dikirim jika masih kurang atau perlu mendapat perbaikan bisa direvisi selama 10 hari kerja oleh penyelenggara.
  • Penyelenggara diminta melakukan simulasi atas sistem yang dibuat dan mempresentasikan model bisnis tersebut kepada pihak OJK.
  • Kesiapan operasional penyelenggara akan diperiksa oleh OJK.
  • OJK akan memberikan tanda terdaftar apabila seluruh tahapan berhasil dilalui oleh penyelenggara pinjaman online. 

Menunggu Pengumuman dari OJK Setelah Terdaftar

Informasi mengenai perusahaan fintech atau pinjaman online cepat di Indonesia akan secara rutin diumumkan oleh OJK. Setiap pihak yang terkait dapat mengecek informasi atau kejelasan status berizin atau terdaftar di sosial media resmi OJK dan dengan mengakses website resminya. Perlu diketahui, OJK hanya memperbolehkan perusahaan fintech yang bersangkutan melakukan transaksi hanya dengan menggunakan mata uang rupiah. Jadi, seluruh penyelenggara fintech lending tidak diperbolehkan untuk menggunakan virtual currency maupun mata uang asing sesuai dengan peraturan OJK.

Memberikan OJK Laporan Secara Berkala

Setiap penyelenggara pinjaman uang berbasis online atau fintech diperkenankan untuk menyampaikan beberapa jenis laporan kepada OJK, seperti berikut ini.

  1. Laporan Berkala: 
  • Laporan Bulanan 
  • Laporan Triwulanan 
  • Laporan Tahunan 
  1. Laporan lainnya sesuai yang diperintahkan dalam Surat Tanda Terdaftar dan kode etik asosiasi, antara lain: 
  • Perubahan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; 
  • Penambahan atau perubahan atas produk atau layanan Sistem Elektronik; 
  • Perubahan nama dan alamat perusahaan; dan 
  • Kerjasama dengan pihak ketiga yang bersifat material (misal: penagihan dan pemasaran). 

Persyaratan Lain-lain

Ada beberapa tambahan dalam syarat yang OJK minta penuhi dari perusahaan fintech, seperti berikut ini.

  • Penyelenggara boleh bekerja sama dengan perusahaan berbasi teknologi informasi lain yang juga memberikan pembiayaan uang kepada masyarakat dengan catatan sama-sama berizin. 
  • OJK melarang kegiatan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyelenggara jasa keuangan yang belum memenuhi kriterianya. 
  • Kapan saja izin usaha suatu perusahaan dapat dicabut oleh OJK sesuai dengan ketentuan POJK/2016. Sebelumnya, penyelenggara akan diberikan sanksi administratif dari yang terberat seperti pencabutan izin, pembatasan kegiatan usaha, denda dalam jumlah tertentu hingga yang paling ringan seperti peringatan tertulis. 

Demikian penjelasan persyaratan sebuah perusahaan fintech atau pinjaman online supaya dapat terdaftar di OJK. Semoga bermanfaat informasinya.